- XAUUSD: spot menyentuh US$3.975,23/ons, terendah sejak Juli. Dalam pembaruan Reuters Jumat, harga berada di US$3.998,35, dengan penurunan mingguan sementara sekitar 4%. Ini harga saat laporan, bukan penutupan resmi.- Yield Treasury turun: imbal hasil AS tenor 10 tahun mengakhiri Jumat sekitar 4,987%, turun 11 basis poin sepekan; tenor dua tahun sekitar 4,680%. Artinya, penurunan yield belum cukup menopang emas.- Dolar bergerak berbeda terhadap tiap mata uang. Yen mendapat permintaan aset aman, sementara euro tertekan kekhawatiran utang Prancis. Jadi, pelemahan dolar terhadap yen tidak berarti dolar melemah merata terhadap semua pasangan.- Tenaga kerja AS: klaim pengangguran awal turun menjadi 194.000 untuk pekan berakhir 17 Oktober, dari angka sebelumnya yang direvisi menjadi 200.000. Namun, klaim lanjutan naik menjadi 1,728 juta—gambaran tenaga kerja tetap campuran.- Minyak dan geopolitik: Brent naik sekitar 6% sepekan, sedangkan WTI naik 2,3%, di tengah serangan Houthi terhadap fasilitas di Arab Saudi. Senin pukul 07.18 WIB, Brent terkoreksi ke sekitar US$115,16/barel, tetapi risiko gangguan pasokan bertahan.

Interpretasi: tekanan inflasi energi dan kebutuhan likuiditas dapat mengimbangi manfaat turunnya yield bagi emas. Status safe haven tidak membuat emas kebal terhadap penjualan saat pasar bergejolak.

agenda 26 - 30 Oktober 2026
Agenda utama pekan ini

Ekspektasi belum merupakan keputusan: pasar secara umum memperkirakan Fed, ECB, dan BoJ menahan suku bunga. Survei Reuters memperkirakan BoC menaikkan bunga 25 basis poin menjadi 2,50%. Perbedaan antara hasil aktual dan perkiraan bisa lebih menentukan reaksi harga daripada keputusan itu sendiri. ft.com

Untuk GBP, anggaran Inggris 28 Oktober menjadi perhatian tambahan. AUD sensitif terhadap rilis inflasi Australia; NZD terhadap agenda kebijakan Selandia Baru. EUR/USD dan USD/JPY menghadapi keputusan bank sentral di kedua sisi pasangannya.

Teknikal XAUUSD

Terbentuknya harga terendah tiga bulan menunjukkan tren jangka pendek dan momentum masih melemah. Besarnya penurunan mingguan menandakan risiko volatilitas yang tinggi.

Skenario tersebut adalah kerangka analisis. Lonjakan sesaat setelah berita belum cukup membuktikan perubahan tren; tidak ada klaim RSI atau ATR tanpa data lengkap.