Emas untuk jangka pendek masih tertekan saat ekpektasi cut rate the fed di 2026 ini semakin memudar

NEWS

Steven

3/16/20261 min baca

Hand reaching towards floating percentage symbols.
Hand reaching towards floating percentage symbols.

Harga emas (XAU/USD) anjlok ke sekitar $4.980 pada sesi awal Asia, Senin. Logam mulia ini menghadapi tekanan jual meskipun terjadi konflik geopolitik yang intens di Timur Tengah. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa mereka memperkirakan konflik di Iran akan berakhir dalam beberapa minggu atau "lebih cepat." Sementara itu, militer Israel mencatat bahwa mereka berencana untuk melanjutkan kampanye mereka setidaknya selama tiga minggu lagi.

Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, memperingatkan dalam pernyataan publik pertamanya bahwa semua pangkalan militer AS di wilayah tersebut harus segera ditutup atau akan diserang. Khamenei lebih lanjut menambahkan bahwa serangan terhadap pangkalan AS di wilayah tersebut akan terus berlanjut, meskipun Iran percaya pada niat baik dengan negara-negara tetangganya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa menghentikan kekaisaran jahat di Iran lebih penting baginya daripada harga minyak. Faktanya, harga minyak mentah telah naik sejak dimulainya perang AS-Israel di Iran. Selain itu, kekhawatiran akan gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran tentang lonjakan inflasi, yang memaksa investor untuk segera mengurangi ekspektasi pada pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS (Fed) pada tahun 2026.

Data inflasi yang krusial akan memainkan peran kunci dalam memengaruhi ekspektasi pasar tentang prospek kebijakan Fed di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang lonjakan harga konsumen yang disebabkan oleh perang.

a person holding a cell phone in front of a stock chart

Manfaatkan momen, Trading bersama Viction