Emas bergerak di kisaran sempit, pelaku pasar terus memonitor perkembangan gencatan senjata us - iran

NEWS

Steven

4/10/20261 min baca

man in white and black hat
man in white and black hat

Harga emas (XAU/USD) diperdagangkan dengan sedikit penurunan di dekat $4.760 selama sesi awal Asia pada hari Jumat. Logam mulia ini turun karena ketidakpastian pasar yang terus berlanjut mengenai kerapuhan gencatan senjata AS-Iran dan laporan tentang konflik Timur Tengah yang berkelanjutan, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Bloomberg melaporkan pada hari Kamis bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya melakukan pembicaraan langsung dengan Beirut, sehari setelah pemboman terburuk dalam perang tersebut menewaskan lebih dari 300 orang di Lebanon dan membahayakan gencatan senjata AS-Iran. Namun, tidak ada tanda-tanda Iran akan mencabut blokade hampir totalnya terhadap Selat Hormuz, yang telah menyebabkan gangguan terburuk yang pernah terjadi pada pasokan energi global..

Selain itu, AS merilis beberapa angka yang mengecewakan. Perkiraan akhir Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat menunjukkan PDB riil tumbuh pada tingkat tahunan 0,5%, turun dari perkiraan awal 0,7% dan sebelumnya 4,4%. Sementara itu, Weekly Jobless Claims meningkat menjadi 219 ribu untuk pekan yang berakhir pada 4 April, lebih buruk dari perkiraan 210 ribu dan lebih tinggi dari angka pekan sebelumnya sebesar 203 ribu.

Perhatian tetap tertuju pada berita-berita terkait perang, sementara investor menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Maret yang dijadwalkan pada hari Jumat. Inflasi, sebagaimana diukur oleh CPI, diperkirakan akan naik 3,3% YoY, naik dari 2,4% yang tercatat pada bulan Februari. Angka yang diperkirakan ini kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran dan memicu spekulasi tentang kenaikan suku bunga yang akan datang di AS.

a person holding a cell phone in front of a stock chart

Manfaatkan momen, Trading bersama Viction